2.1 Die Casting
2.1.1 Pengertian dan Penerapan Die Casting
Die Casting
adalah cetakan logam atau cetakan tetap yang terdiri dari beberapa bagian /
belahan yang bahannya terbuat dari baja (Hot
Working Steel). Sifat dasar meterian Die
Casting yang perlu di perhatikan adalah koefisien muai panas (thermal expention coefficient),
konduktivitas panas (thermal conductivity),
mampu tarik panas (hot yield strength),
ketahanan terhadap proses tempering (temper
resistant), dan keuletan (ductility).
Penerapan metode
die casting sangat cocok pada
pembuatan benda berdinding tipis. Berukuran presisi dan benda dengan kualitas
permukaan yang baik. Keunggulan lain metode die
casting yakni ukuran yang berlebihan dapat dihindari. Die casting memberikan beberapa keuntungan dari segi taknis dan
ekonomis, tidak hanya karena daya manufaktur yang tinggi, tetapi juga waktu
proses yang sangat singkat antara bahan baku dan produk. (Surdia, 1995).
2.1.2 Keuntungan dan Kerugian Die Casting
Die Casting
memiliki keuntungan dan kerugian yang dapat dilihat sebagai berikut :
Keuntungan :
a. Dapat membuat benda berdinding tipis dan berukuran
presisi
b. Kualitas permukaan yang baik
c. Ukuran yang berlebihan dapat dihindarkan
d. Waktu proses yang sangat singkat
e. Menghasilkan kecepatan alir yang tinggi
Kerugian :
a. Biaya operasional lebih tinggi
b. Harga mesin lebih mahal
c. Material yang terbuang lebih banyak karena adanya
biscuit dan dengan demikian akan lebih banyak material kelas dua (return
material)
2.1.3 Jenis Jenis Metode Die Casting
Metode Die Casting atau yang sering juga disebut permanent Die Casting menggunakan cetakan setangkup yang terbuat
dari logam (Baja atau Besi Tuang). Cetakan ini untuk selanjutnya disebut dies. Beradasarkan cara pengisian matode
pembarian tekanan untuk pembuatan produk, metode ini dapat digolongkan menjadi
dua kelompok utama, yaitu Gravity Die
Casting dan Pressure die casing.
Selain itu didapatkan pula variasi lain dari kedua metode dasar tersebut,
misalnya Vacuum Die Casting dan Tiltable Die Casting.
2.1.3.1 High Pressure Die Casting
Metode yang sering disebut dengan Pressure Die Casting ini merupakan metode penuangan yang paling
modern yang dapat menghasilkan bagian yang equivalent
dengan produk permesinan. Produk ini dihasilkan dengan Hot Chamber Die Casting Machine. Prinsip dasat metode ini adalah
pemberian tekanan pada logam cair sehingga masuk kedalam rongga cetak. Dies dipasang pada plat dasar mesin
yang dapat ditutup dan dibuka dengan mudah. Untuk membuat produk diperlukan
cetakan tetap terbuat dari logam yang terdiri dari bagian dasar (cetakan
tangkup). Cetakan ini dipasang pada mekanis penggerak cetakan pada mesin (die closing unit) yang terdiri dari
bagian tetap dan bagian bergerak. Adanya bagian tetap dipasang belahan cetakan
yang akan berhubungan dengan silinder pengisi cairan. Pada bagian bergerak
dipasang belahan cetakan yang mempunyai bagian enjector. Silinder
pengisi logam cair disemprotkan kedalam cetakan yang tertutup. (Surdia, 1995)
2.1.3.2 Low Pressure Die Casting
Metode low pressure die casting diperlukan beberapa
bagian mesin yang secara kasar dibagi dalam tiga. Bagian pertama adalah tungku
penahan panas yang kedap udara untuk manampung material cair. Bagian kedua
adalah unit penggerak dies yang umumnya
digerakan secara hidrolik. Bagian ketiga adalah unit pemberi tekanan udara dan
pengontrol proses. Sebuah pipa (riser)
menghubungkan cairan di didalam tungku dan cetakan. Proses pengisian dilakukan
dengan pemberian tekanan rendah terhadap permukaan cairan di dalam tungku,
sehingga cairan akan masuk kedalam rongga cetak melalui saluran masuk. (John
R.Brown, 1999).
2.1.3.3 Gravity Die Casting
Pengecoran dalam cetakan logam dilaksanakan dengan
menuangkan logam cair ke dalam cetakan logam seperti pada pengecoran pasir.
Metode ini berbeda dengan pressure die
casting, dimana tidak dipergunakan tekanan kecuali tekanan yang berasal
dari tinggi cairan logam dalam cetakan. Sebagai bahan cetakan terutama dipakai
bahan cetakan terutama dipakai baja khusus, atau besi cor paduan. Cara ini
dapat membuat coran yang mempunyai ketelitian dan kualitas tinggi. Akan tetapi
biaya pembuatan cetakan adalah tinggi sehingga apabila umur cetakan logam itu
dibuat panjang, baru produksi yang ekonomis mungkin dilaksanakan. Sebagai bahan
coran umumnya diambil paduan bukan besi yang mempunyai titik cair rendah
seperti paduan alumunium, paduan magnesium atau paduan tembaga, tetapi akhir
akhir ini pengecoran paduan besi yang mempunyai titik cair tinggi telah
dilakukan secara giat melalui pengembangan bahan cetakan dan teknik-teknik
pengecoran.
Cairan logam yang dituangkan dengan
metode gravity die casting akan
mengalami pendinginan yang lebih cepat. Oleh karena itu beberapa persoalan
timbul yaitu bagaimana mengatur proses pembekuan. Dapat dikatakan bahwa coran
yang mempunyai kualitas dan ketelitian tinggi, bias dibuat dengan jalan
pengaturan komponen dan temperature logam cair, bahan, ketebalan tinggi bahan
pelapis dan temperature cetakan. Selain tiu, dapat ditentukan siklus operasi
dengan efisiensi hasil yang tinggi. Berbagai macam sifat dari cetakan logam
diperlukan, yaitu ketahanan aus yang baik, mempu mesin yang baik, pemuaian
termis rendah, ketahanan leleh pada temperature tinggi dan sebagainya. Perlu
juga member bahan pelapis permukaan (coating)
pada cetakan agar memudahkan proses pembebasan cetakan dan menguragi keausan
cetakan serta menurunkan kecepatan pendinginan logam cair sehingga terhindar
dari cacat-cacat. Bahan yang dipergunakan untuk cetakan ini adalah besi cor
yang mempunyai kualitas baik yang mengandung fosfor dan sedikit belerang. Kalau
cetakan ini dikerjakan setelah diadakan pelunakan yaitu untuk menghilangkan
tegangan, maka diperoleh cetakan logam yang mempunyai ketelitian tinggi. Umur
cetakan umumnya beberapa puluh ribuan kali pengisian kalau dipakai untuk
membuat coran dari besi cor. (Surdia, 2006)
Metode Die Casting memiliki keterbatasan seperti :
1.
Tidak semua
bahan paduan cocok untuk pengecoran cetakan permanen.
2.
Karena biaya
perkakas yang relativ tinggi, proses bisa mahal untuk produksi dalam jumlah
rendah.
3.
Beberapa bentuk
tidak dapat dibuat dengan menggunakan metode ini, karena lokasi parting line, undercuts, atau kesulitan
dalam pengeluaran produk dari cetakan
4.
Coating
diperlukan untuk melindungi cetakan dari serangan logam cair.
Logam yang dapat dicetak dalam metode grafity die casting termasuk
aluminium, magnesium, seng, dan paduan tembaga. Praktis ukuran coran cetakan
permanen berbeda sesuai dengan bahan cor, konfigurasi bagian, dan jumlah bagian
yang diperlukan.
Cetakan permanen dioperasikan secara
manual dapat terdiri dari susunan book-type mold sederhana (gambar 2.3).
Untuk coran dengan rusuk tinggi atau dinding yang membutuhkan pencabutan
cetakan tanpa rotasi, perangkat dioperasikan secara manual dapat digunakan
seperti pada gambar 2.4. Dengan kedua jenis perangkat, bagian cetakan
dipisahkan secara manual setelah melepaskan klem cetakan eksentrik. (ASM book
vol.15)
Gambar
2.3 Book type mold (ASM hand book
vol15)
Gambar
2.4 Straight-line retraction for
deep-cavity molds (ASM book vol.15)
2.2 Aluminium Secara Umum
3. Ringan;
berat jenisnya hanya 2,7 g/cm3 dibandingkan dengan baja yang
memiliki berat jenis 7,8 g/cm3 dan tembaga yang memiliki berat jenis
8,8 g/cm3 .
4. Konduktivitas
listrik sekitar 60% dari tembaga.
5. Konduktivitas
panas tinggi, yaitu 2,09 J/cm.s.K dibandingkan dengan baja yang hanya memiliki
konduktivitas panas 0,67 J/cm.s.K .
6. Tahan
korosi; alumunium merupakan logam yang sangat reaktif terhadap oksigen di udara
dan air serta hasil dari reaksinya membentuk suatu senyawa yang sangat stabil,
sangat keras dan lapisan pelindung transparan yang sangat kuat yang disebut
alumunium oksida (Al2O3), sehingga membuat alumunium
tahan terhadap korosi, tahan terhadap asam tetapi kurang tahan terhadap alkali
kuat.
7. Afinitas
terhdap oksigen yang sangat besar, sifat ini banyak dimanfaatkan sebagai
deoksidasi pada pembuatan baja.
SEKIAN....
Kapan kapan di lanjut ya. ilmunya baru ini..kita diskusikan bareng bareng ya para pemuda pengecoran.
Kapan kapan di lanjut ya. ilmunya baru ini..kita diskusikan bareng bareng ya para pemuda pengecoran.
No comments:
Post a Comment