Monday, December 17, 2012

Ibunda



Apa yang menarik dari kisah Harry Potter?Bagi saya, novel anak-anak tersebut telah menyelipkan sebuahadegan menarik sekaligus mengharukan: kekuatan cintaseorang ibu. Voldemort --penyihir hitam paling ditakuti--tiba-tiba kehilangan seluruh kekuatannya ketika inginmembunuh seorang bayi, setelah sebelumnya berhasil menghabisiorang tua bayi itu. Dunia Mistik menjadi gempar ataskekalahan penyihir tersebut. Ternyata, sampai detik-detikmenjelang kematiannya, sang Bunda masih terus berupayamenyelamatkan Harry Potter yang masih bayi itu.



Kekuatancinta seorang Ibu, meskipun sang ibu telah tiada, telah mampumelindungi sang anak dari bahaya.Lepas dari kisah Harry Potter, pernahkah kita menghitungberapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telahdimasak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa meter lantaitelah di-sapu dan di-pel oleh seorang ibu, berapa banyakkeheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya,berapa kali kedua tangan sang ibu terangkat ketikaberdo'a, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujudmendo'akan kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Sang Ibu telahbertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk penyakit batuk,demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.



Ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah sambilmenggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasulyang mulia, 'Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?'Rasul yang mulia menjawab, 'Tidak!, bahkan untuk menandingi rasasakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!'Dalam bahasa lain, andaikan, sekali lagi, andaikan saja andamempunyai gunung emas yang kemudian anda berikan semuanyaberikut seluruh perbendaharaan harta anda yang lain untukmengganti semua yang telah dilakukan oleh seorang ibu, niscayaitu semua belum mampu membayar satu malam saja saat-saatibu mengasuh anda. Tidak pernah ada kata 'cukup','lunas', 'terbayar' untuk membalas cinta seorang ibu.Kita durhaka pada bunda bila bunda tinggal di rumah kecildan bocor disana-sini, sementara kita tinggal di tempatyang nyaman; kita berdosa bila kita menikmati makan siangyang lezat dan penuh gizi sementara bunda hanya memakanseadanya; kita berdosa bila menghitung biaya sekolah anakdan karena itu menghindar membelikan obat bagi bunda yangtengah sakit; kita tergolong anak durhaka bila kitasanggup piknik atau jalan-jalan dengan isteri namunselalu saja punya alasan untuk tidak mengunjungi ataubersilaturahmi ke tempat bunda [atau berziarah kekuburannya bila bunda telah tiada]. Jangan gunakan logikauntuk berkhidmat pada bunda.




Bunda dan Ayah

Balas cintanya dengan cintamu.Kenapa? Karena 'Ridha Allah terletak pada ridha orang tua,'begitulah ajaran agama kita.Bagaimana kita bisa membagi cinta kita untuk keluarga,pekerjaan, dan sekaligus untuk ibunda? Jawabannya adalah:kita tidak pernah membagi cinta; tetapi kita selalumelipatgandakannya. Balaslah kekuatan cinta ibunda denganketulusan cinta kita; insya Allah --seperti diilustrasikan dalamkisah Harry Potter di atas-- cinta sang bunda akan terusmelindungi kehidupan kita.'Ya Rabb, ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami,dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangikami sewaktu kecil'salam hangat.

No comments: